Hanya saja, pertanyaan itu terus menghampiri dan akan terus menjadi sebuah tanda tanya. Hidup terbungkus dari bermacam peristiwa dan perasaan. Perasaan aneh terus bermunculan, apalagi kalau perasaan negatif mulai menghadang. Percuma mencari ikigai apa, namun akhirnya merasa hidup hanya sebuah hal yang fana. Sekarang senang, lalu biasa saja kemudian. Apa nya yang salah? Apa perspektif harus diubah?
Kenapa harus membenci padahal ada opsi berdamai? Mengapa membenci padahal ada opsi kalo : ya mending ga usah kenal sekalian. Stoic, adalah usaha untuk terus mengendalikan perasaan kearah senetral mungkin. To the pointnya ya bodo amat dengan kesengsaraan dan kebencian. Aku adalah fana, dan perasaan ga enak ini juga begitu.
Apapula itu bahagia? Hal terfana yang candu. Hidup. Kalo hanya memandang sebagian, maka ya hanya sebagian yang terlihat. Tapi, kalau memandang secara keseluruhan, maka akan lebih luas lagi yang bisa dipandang. Luas dan detail.
Sekarang tentang kemungkinan. Kenapa sih harus memikirkan hal ga berguna seperti hal2 negatif macam firasat? Udahlah.. Aku bilang hidup ini fana. Tapi kefanaan ini akan berdampak pada kehidupan selanjutnya.
Oke sekarang aku ngerti perasaan aneh macam apa yang sekarang aku rasain. Pertama, aku lagi dikondisi ga enak, kenapa ya padahal satu orang doang tapi keselnya parah. Pengen neriakin "woy attitude lo tuh yang harusnya diperbaiki!!" tapi sadar kalo aku begitu ya ilang attitude ku. Kedua, kemungkinan negatif yang harusnya aku bodo amatin. Yaa bodo amatlah.
Oke aku mau bilang perasaan aku lagi aneh, lagi bt lagi kesel dan berdoa semoga dia hilang dari deket deket aku ini. Aku ga betah. Pergi yang jauh, kelaut sekalian.
Udah deh sekian cerita ini. Ya ginilah random kan?
Komentar
Posting Komentar