Langsung ke konten utama

Postingan

Ramadhan dan Sepucuk Surat Cinta 🤍

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Iman..  Taqwa.. Akhlaq.. Ketenangan jiwa.. Segala yang dapat kita rasakan, asalnya ada di dalam hati.. Dan perihal kasih sayang, pun adanya di dalam hati.. Kasih sayang tidak berbatas dengan hanya bantuan logika.. Dan kasih sayang yang paling tulus bersumber dari orangtua kepada anaknya, begitu juga sebaliknya.. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah telah memberikanku hadiah kedua orangtua yang sungguh hatinya seluas samudra.. 🤍 Pak, Mih.. Jazakumullah khairan katsiran atas segalanya. Terimakasih mih sudah menjadi teman curhat yang baik, pendengar dan pemberi nasihat terbaik.. Sungguh sabar dan ikhlasmu seluas samudera dan sebaik baik akhlak adalah mamih sebagai ibu Ana... Terimakasih pak sudah menjadi teman curhat dan diskusi yang sangat baik, sungguh hati dan keikhlasanmu seluas samudera, sungguh sebaik baik pendidik dan pemberi nasihat adalah bapak sebagai ayah Ana..  Dan Ana sadari, hikmah kehidupan keluarga kita adalah yang terbaik dan teramat ...

Tentang Hijrah

Bismillahirrahmaanirrahim.. Ada suatu kekhawatiran di dalam diri ini.. Beberapa pertanyaan terkait perjalanan hidup ini di dunia.. Terkait apa yang dinamakan Hijrah .  -- Benarkah niat dan cara hijrah ku ini benar? Ataukah ternyata hanya sekedar ingin dilihat baik oleh makhluk Allah? Atau hanya sekedar ingin agar hijrahku menjadi modal yang kukira cukup untuk menghapus banyaknya dosaku dan hingga dengan pdnya bisa ditukarkan dengan surga-Nya kelak?! APA NIAT DAN CARA HIJRAHKU SUDAH BENAR?! -- Berbicara tentang surga.. Pantaskah aku? Dengan amalku yang sedikit ini, pantaskah?? Dengan diri ku yang membawa banyak kehinaan dan aib ini, pantaskah?? Dengan hati yang penuh kemunafikan ini, pantaskah?? Ya Allah, pantaskah?? 😔 Astagfirullahal'adziim.. 😭 Aku ini jiwa yang hina ya Allah.. Dipenuhi dosa, hatiku takkan pernah bisa sebersih apa yang aku kira mudah.. Ternyata sulit ya rabb.. Apa yang aku kira sungguh terlihat mudah namun ternyata penuh ujian dan cobaan.. Bahkan ketika menjadi i...

Berbicara tentang keluarga

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Awalnya, ku kira memulai sebuah keluarga yang paling terpenting adalah tahu apa tujuan dari menikah itu dan apa saja hak dan kewajiban antara suami dan istri. Namun ternyata apabila membangun sebuah rumah tangga sama halnya seperti membangun sebuah "rumah", maka hal yang tadi baru kerangka dari pondasinya saja, belum diberi racikan beton untuk memperkuat hal hal yang lainnya. Ternyata menikah itu merupakan perihal yang sangat kompleks, lebih dari sekedar memulai hidup bersama. Menikah, pondasi awal sebuah peradaban. Dan peradaban perlu dibangun diatas sebuah pondasi yang kuat, dimulai dari pribadi calon Ayah dan Ibu yang baik.  Dan bahkan jauh sebelum memilih dan mengenal calon, kita perlu mengenal diri sendiri dulu. Kufikir apalagi bagi seorang perempuan. Yang nantinya menjadi "ladang" bagi suaminya, menjadi tempat pertama tama membersamai tumbuh dan kembang anak-anaknya. Bukan hanya ketika anak masih di dalam rahim saja, namun juga set...

✨️ Get Ready for Bunda Sayang 8 Institut Ibu Profesional 2023 : Pantai Bentang Petualang ✨️

Bismillahirrahmaanirrahiim.. Yes, I'm ready ^^ Alhamdulillah, pada tahun 2023 ini insya Allah aku akan melanjutkan petualanganku menuju Pantai Bentang Petualang bersama Sobatualang di Perkuliahan Bunda Sayang 8, senangnya bisa ada ditahap pembelajaran ini setelah kemarin selesai melewati kelas Matrikulasi Batch 10 dan mendapatkan insight baru dalam menjalani peran diri.. ^^ Karna perkuliahan sebentar lagi akan dimulai, Ah iya FYI buat yang belum tau ini kelas apa, sini sini aku spill penjelasannya sedikit yaa ^^  Nah jadi.. Program Bunda Sayang adalah program lanjutan dari Institut Ibu Profesional yang akan membahas seputar praktik komunikasi keluarga, membantu para peserta dalam memahami perannya sebagai ibu yang belajar mendidik generasi peradaban, serta meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak anak nya karena ibu adalah guru utama dan pertama bagi anak. Masya Allah.. Iya, menjadi Ibu.. :')  Kamu yang sedang baca, apa kamu sudah melalui tahapan kehid...

Bagai oase ditengah sahara

Kutemukan sudah, jalanku menapaki kehidupan dunia ini. Hati sadar diri, jika sudah berkepala dua, bertanda aku ini sudah mulai dewasa. Namun dengan begitu kusadari bahwa kedewasaanku adalah hasil dari beragam peristiwa kehidupan yang sebagian besar terasa tak mudah, namun waktu berkata ternyata aku mampu melewatinya. Dirimu, bagaimana mungkin aku baru benar-benar mulai bisa mengenalmu saat aku sudah ada difase kehidupan ini? Waktu, aku sempat tidak bisa mencerna mengapa harus bertemu pilu dahulu baru rasa keberanian itu akhirnya datang mempertemukan fikiran kita. Belum sewindu, namun rasanya hikmah-Nya begitu nyata aku rasakan.. Walau terkadang fikiran dan rasa terusik akan pilu itu, namun telah kutemukan oase itu ditengah kehidupanku waktu itu yang bagaikan bentangan sahara.  Begitu lekat nasehatmu, begitu dalam kurasa kasih sayangmu... Aku, aku yang dulu hanya melihat kulitmu saja, namun ternyata kau menyimpan begitu banyak kebaikan dan sangat dalam kurasa akan lapang dan luasnya...

Menata Hati

Kalau dibaca kembali, banyak tulisan didalam blog ini yang akhir-akhir ini begitu memilukan hati... Rasanya terlalu jauh, ada perasaan yang entah mengapa hal itu membuat diri ini merasa jauh.. Ingin sekali rasanya memeluk hati dan diri ini kembali..  Setelah membaca arti dari surat Al-Hadid.. terbesit didalam fikiran, mungkin rasa yang sekarang aku rasakan adalah teguran dari Allah 😭😔 Ya rabb mohon ampuni diri ini.. 😭 Meyakinkan diri, bahwa Allah mempertemukan ku dengan orang-orang ini pasti bukan tanpa alasan.. Banyak banget pelajaran didapatkan, dan dari sana aku ngerasa aku rindu diriku yang ceria, aku yang memiliki hati yang tenang, aku yang berusaha belajar dalam mempersiapkan masa depan, aku rindu Ana yang bagaikan padma untuk linkungannya, seorang Ana yang sudah berjanji menjaga hati kecilnya, ya Allah.. Hati ini hanya milik Engkau.. 😭 Astagfirullahal'adziim... 😭
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ