Kutemukan sudah, jalanku menapaki kehidupan dunia ini. Hati sadar diri, jika sudah berkepala dua, bertanda aku ini sudah mulai dewasa. Namun dengan begitu kusadari bahwa kedewasaanku adalah hasil dari beragam peristiwa kehidupan yang sebagian besar terasa tak mudah, namun waktu berkata ternyata aku mampu melewatinya. Dirimu, bagaimana mungkin aku baru benar-benar mulai bisa mengenalmu saat aku sudah ada difase kehidupan ini? Waktu, aku sempat tidak bisa mencerna mengapa harus bertemu pilu dahulu baru rasa keberanian itu akhirnya datang mempertemukan fikiran kita. Belum sewindu, namun rasanya hikmah-Nya begitu nyata aku rasakan.. Walau terkadang fikiran dan rasa terusik akan pilu itu, namun telah kutemukan oase itu ditengah kehidupanku waktu itu yang bagaikan bentangan sahara. Begitu lekat nasehatmu, begitu dalam kurasa kasih sayangmu... Aku, aku yang dulu hanya melihat kulitmu saja, namun ternyata kau menyimpan begitu banyak kebaikan dan sangat dalam kurasa akan lapang dan luasnya...